1. Konsep Persaudaraan
PENGERTIAN
Konsep persaudaraan boleh ditakrifkan berdasarkan kepada dua bahagian.
1)Dari segi bahasa.
Perkataan persaudaraan adalah terjemahan daripada perkataan Arab iaitu Ukhuwah yang berasal dari akar kata Akhun yang membawa erti sebagai sahabat, teman, saudara dan sebagainya.
2)Dari segi istilah.
Boleh dilihat dari beberapa sudut:
Dari kacamat al-Quran, persaudaraaan diertikan sebagai perasaan kasih sayang, tolong-menolong, bantu membantu, bertolak-ansur, bermesra dan cinta-mencintai diantara sesama umat Islam tanpa berkecuali.
a) Sikap persaudaraan sesama muslim dan dunia luar
Orang-orang beriman adalah orang-orang rendah hati yang memiliki rasa persahabatan dan kasih sayang satu sama lain. Karenanya solidaritas dan persatuan diantara mereka terpelihara secara alami. Namun di dalam komunitas semacam ini ada saja hal-hal yang membuat kita tetap harus berhati-hati kerana sikap yang salah dapat menyebabkan perpecahan dan menciptakan iklim yang merosak solidaritas di antara orang-orang yang beriman.
Persaudaraan itu dijalin atas dorongan untuk mendapatkan keseronokan. Hal ini berlaku apabila seseorong itu merasa gembira melihat orang lain samada dari segi paras rupa, tingkah laku dan sebagainya. Ini bererti seseorang itu menjadi sebab mengapa persaudaraan itu terjadi.
b) AL-KHULASHAH WAL IKHTITAM
Sebagai seorang mukmin kita harus memperhatikan nasib saudara kita yang seiman dan seagama. Kerana kita disuruh oleh Allah untuk berlaku seperti itu, ”fa ashlihuu bayna akhawaikum”. Selain dinilai ibadah, persaudaraan yang baik merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian kita terhadap sesama. Kalau ada seseorang yang membutuhkan bantuan kita, maka hendaknya kita membantunya, nescaya Allah akan membantu kita dalam menghadapi masalah yang kita hadapi.
Kita adalah manusia yang tak lepas dari kesalahan dan kekhilafan, dari sinilah diperlukan nasihat dan kesabaran dalam menghadapi problematika umat. Oleh sebab itu, kita harus saling menasihati kepada saudara kita yang berlaku kurang pantas atau janggal di dalam bermasyarakat agar ia keluar dari lembah hitam dan menuju cahaya terang benderang.
c) Sikap persaudaraan sesama muslim dan dunia luar:
Orang-orang beriman adalah orang-orang rendah hati yang memiliki rasa persahabatan dan kasih sayang satu sama lain. Kerananya solidaritas dan persatuan diantara mereka terpelihara secara alami. Namun di dalam komunitas semacam ini ada saja hal-hal yang membuat kita tetap harus berhati-hati kerana sikap yang salah dapat menyebabkan perpecahan dan menciptakan iklim yang merosak solidaritas di antara orang-orang yang beriman.
Islam sebagai agama yang sempurna mengatur segala aspek kehidupan, termasuk juga persaudaraan. Persaudaraan sesama umat manusia ini dapat kita lihat bagaimana Rasulullah menghargai dan toleransi kepada ahli dzimmah , terhadap golongan ini, rasulullah melarang umat islam untuk menyeksa dan mencaci-maki mereka. Begitu juga ketika Rasulullah mengajak para sahabatnya agar tidak berlaku kasar kepada kaum kristen koptik. Jadi, dalam bermasyarakat beliau tidak berbuat kasar kepada sahabat-sahabatnya begitu juga kepada orang kafir, beliau melarang kaum muslimin untuk mencaci maki tuhan mereka, karena hal itu akan membuat mereka (orang kafir) mencaci Allah tanpa tahu-menahu.
Kesimpulan :
Di mana sebarang daya usaha untuk berkasih sayang, cinta-mencintai, bermesra, hormat-menghormati, bekerjasama, tolong-menolong dan sebagainya sesama umat Islam semata-mata kerana beribadat kepada Allah s.w.t adalah merupakan ikatan persaudaraan yang sempurna dalam ertikata yang sebenarnya.

